ABSTRACT
"Disciplinary ABOUT PERCEPTION AND RELATED WORK TEACHER DISCIPLINE IN STATE SMA 0I RUMBIO JAYA JAYA DISTRICT SUB RUMBIO KAMPAR"
Basically, education is needed by each individual, because education is something that can not be denied in human life. Especially at this time, developments over time more rapidly. In this 21st century increasingly demands u tuk the younger generation to master all branches of human knowledge to become qualified in addition to having a noble profession and personality.
To achieve a quality beings certainly a highly charged peranya in this case is this institution is a formal institution in order as early as possible has instilled good values to all students. One effort to achieve success is to set the rules so that all applicable parts of school discipline. In this case referred to the discipline is the willingness unutuk comply with the rules and stay away from the restrictions of something, because to understand the importance of this ban.
Have understood that every educational institution wanting quality products with the discipline that is applied in a school institution, so that the components of school (teachers and employees) are expected to act in accordance with its duties.
Based on existing theory, one of the key disciplines of learning success, because a high discipline will get the same high employment, thereby seharusnyalah kedisiplin view of its importance is embedded in the hearts of employees at every teacher and school to school goals can be achieved with the habit of applying discipline.
Based on the above theory, then penlis wish to study more about the concept of discipline, because the authors see the field that there is disparity between the existing theories to what happened in SMA Negeri I Rumbio Jaya. This can be seen when the authors conducted a preliminary study that the rules set forth in these schools have mostly been implemented by all teachers and staff in schools, but that is very unfortunate there are teachers who can not apply the discipline in the schools.
From the above background, the authors were interested in examining the issue with the title "Disciplinary ABOUT PERCEPTION AND RELATED WORK TEACHER DISCIPLINE IN STATE SMA 0I RUMBIO JAYA JAYA DISTRICT SUB RUMBIO KAMPAR." The formula which author will be thorough is to find a significant relationship between perceptions about discipline and discipline of teachers,
In this study, the authors use contingency engineering formula, which is used to find the functional relationship between independent variable (X) and dependent variable (Y), with the following formula:
Based on analysis of data obtained from the field, the writer can find a correlation equal numbers Tulisan terbitn terbaru karya ahmad effendI;
Tahap-tahap Perkembangan Akal dan Budi Manusia
Menurut Zainal Abidin,dalam bukunya Filsafat Manusia tahap-tahap perkembangan akal budi manusia terdapat 3tahap yaitu;
1.Tahap Teologis
Tahap ini merupakan tahap terawal dari perkembangan akal manusia .
Tahap ini manusia berusaha untuk menerangkan segenap fkta /kejadian yang berhubungan dengan teka-teki alam yng dianggapnya sebagai misteri segala-galanya,termasuk manusia sendiri ,diteraangkan dalam hubungannya dengan kekuatan-kekuatan yang sifatnya misterius. Manusia tidak menghayati dirinya sebagai makluk luhur luhur dan rasional ,yang posisinya di dalam alam berada diatas mahkluk-mahluk lain.Sebaliknya ,ia menghayati dirinya sebagai bagian dari keseluruhan alam,yang selalu diipiti oleh rahasia yang tak terpecahkanoleh pikirannya yang sederhana .tahap ini bias kita temukan ,misalnya pada manusia –manusia purba .Alam semesta ,oleh mereka ,dimengerti sebagai kesluruhan yang integral dan terdiri dari mahkluk –mahluk yang mempunyai kedudukan yang kurang lebih setara dengan mereka .Dan seperti diri mereka sendiri ,keseuruhan itu dihayati sebagai sesuatu yang hidup ,berjiwa,berkamauan ,dan bertindak sendiri .
Dalam tahap teologis ini terdapat beberapa bentuk atau cara berpikir.Bentuk yang pertama adalah fetiyisme dan animism .Dalam kedua bentuk berpikir ini ,kita bias menyaksikan bagaimana menusia menghayati alam semesta dalam indivvidualitas dan partikularitasnya.
Misterius
Tulisan terbitn terbaru karya ahmad effendI;
Tahap-tahap Perkembangan Akal dan Budi Manusia
Menurut Zainal Abidin,dalam bukunya Filsafat Manusia tahap-tahap perkembangan akal budi manusia terdapat 3tahap yaitu;
1.Tahap Teologis
Tahap ini merupakan tahap terawal dari perkembangan akal manusia .
Tahap ini manusia berusaha untuk menerangkan segenap fkta /kejadian yang berhubungan dengan teka-teki alam yng dianggapnya sebagai misteri segala-galanya,termasuk manusia sendiri ,diteraangkan dalam hubungannya dengan kekuatan-kekuatan yang sifatnya misterius. Manusia tidak menghayati dirinya sebagai makluk luhur luhur dan rasional ,yang posisinya di dalam alam berada diatas mahkluk-mahluk lain.Sebaliknya ,ia menghayati dirinya sebagai bagian dari keseluruhan alam,yang selalu diipiti oleh rahasia yang tak terpecahkanoleh pikirannya yang sederhana .tahap ini bias kita temukan ,misalnya pada manusia –manusia purba .Alam semesta ,oleh mereka ,dimengerti sebagai kesluruhan yang integral dan terdiri dari mahkluk –mahluk yang mempunyai kedudukan yang kurang lebih setara dengan mereka .Dan seperti diri mereka sendiri ,keseuruhan itu dihayati sebagai sesuatu yang hidup ,berjiwa,berkamauan ,dan bertindak sendiri .
Dalam tahap teologis ini terdapat beberapa bentuk atau cara berpikir.Bentuk yang pertama adalah fetiyisme dan animism .Dalam kedua bentuk berpikir ini ,kita bias menyaksikan bagaimana menusia menghayati alam semesta dalam indivvidualitas dan partikularitasnya.
Misterius
Tulisan terbitn terbaru karya ahmad effendI;
Tahap-tahap Perkembangan Akal dan Budi Manusia
Menurut Zainal Abidin,dalam bukunya Filsafat Manusia tahap-tahap perkembangan akal budi manusia terdapat 3tahap yaitu;
1.Tahap Teologis
Tahap ini merupakan tahap terawal dari perkembangan akal manusia .
Tahap ini manusia berusaha untuk menerangkan segenap fkta /kejadian yang berhubungan dengan teka-teki alam yng dianggapnya sebagai misteri segala-galanya,termasuk manusia sendiri ,diteraangkan dalam hubungannya dengan kekuatan-kekuatan yang sifatnya misterius. Manusia tidak menghayati dirinya sebagai makluk luhur luhur dan rasional ,yang posisinya di dalam alam berada diatas mahkluk-mahluk lain.Sebaliknya ,ia menghayati dirinya sebagai bagian dari keseluruhan alam,yang selalu diipiti oleh rahasia yang tak terpecahkanoleh pikirannya yang sederhana .tahap ini bias kita temukan ,misalnya pada manusia –manusia purba .Alam semesta ,oleh mereka ,dimengerti sebagai kesluruhan yang integral dan terdiri dari mahkluk –mahluk yang mempunyai kedudukan yang kurang lebih setara dengan mereka .Dan seperti diri mereka sendiri ,keseuruhan itu dihayati sebagai sesuatu yang hidup ,berjiwa,berkamauan ,dan bertindak sendiri .
Dalam tahap teologis ini terdapat beberapa bentuk atau cara berpikir.Bentuk yang pertama adalah fetiyisme dan animism .Dalam kedua bentuk berpikir ini ,kita bias menyaksikan bagaimana menusia menghayati alam semesta dalam indivvidualitas dan partikularitasnya.
Misterius
Tulisan terbitn terbaru karya ahmad effendI;
Tahap-tahap Perkembangan Akal dan Budi Manusia
Menurut Zainal Abidin,dalam bukunya Filsafat Manusia tahap-tahap perkembangan akal budi manusia terdapat 3tahap yaitu;
1.Tahap Teologis
Tahap ini merupakan tahap terawal dari perkembangan akal manusia .
Tahap ini manusia berusaha untuk menerangkan segenap fkta /kejadian yang berhubungan dengan teka-teki alam yng dianggapnya sebagai misteri segala-galanya,termasuk manusia sendiri ,diteraangkan dalam hubungannya dengan kekuatan-kekuatan yang sifatnya misterius. Manusia tidak menghayati dirinya sebagai makluk luhur luhur dan rasional ,yang posisinya di dalam alam berada diatas mahkluk-mahluk lain.Sebaliknya ,ia menghayati dirinya sebagai bagian dari keseluruhan alam,yang selalu diipiti oleh rahasia yang tak terpecahkanoleh pikirannya yang sederhana .tahap ini bias kita temukan ,misalnya pada manusia –manusia purba .Alam semesta ,oleh mereka ,dimengerti sebagai kesluruhan yang integral dan terdiri dari mahkluk –mahluk yang mempunyai kedudukan yang kurang lebih setara dengan mereka .Dan seperti diri mereka sendiri ,keseuruhan itu dihayati sebagai sesuatu yang hidup ,berjiwa,berkamauan ,dan bertindak sendiri .
Dalam tahap teologis ini terdapat beberapa bentuk atau cara berpikir.Bentuk yang pertama adalah fetiyisme dan animism .Dalam kedua bentuk berpikir ini ,kita bias menyaksikan bagaimana menusia menghayati alam semesta dalam indivvidualitas dan partikularitasnya.
Misterius
![]()
Recent Comments